h1

pembantu juga manusia

April 28, 2008

akhir-akhir ini, gw mulai bersentuhan dg hal yg berkaitan dg pramuwisma. di singapura, banyak maid agency yg menawarkan maid dalam sebuah katalog. kita tinggal melihat profile mbak-mbaknya..lengkap dg foto, identitas, asal usul, pengalaman, keterampilan dan gaji yg ditawarkan. ngga gampang juga untuk menentukan sifat dan kepribadian si mbak dari sebuah foto..kalo gw pribadi, gw lebih prefer penampilan mbak yg masih lugu dan kelihatan keibuan. yg agak menggelikan, sekarang ini, banyak mbak-mbak yg penampilannya cukup manis..wah buat yg seperti ini, bisa2 tertukar majikan dg maidnya hehe…btw miris jg melihat banyak perempuan yg terpaksa meninggalkan anaknya yg masih kecil, suami dan keluarganya untuk sekedar mengharap imbalan dg menjaga anak orang lain. sedihnya lg banyak keluarga yg merasa sudah menggaji si mbak, lalu memperlakukannya kurang manusiawi. si mbak harus bekerja dari pagi buta sampai larut malam..pekerjaan yg harusnya bukan pekerjaannya pun kadang harus dilakoni. hak si mbak untuk libur sebulan sekali pun banyak dilanggar, padahal jika ngga memperbolehkan mereka libur, majikan harus mengganti 20 dolar..tapi lagi-lagi banyak yg ngga peduli sama hal ini. banyak cerita sedih dari mbak-mbak di sini. gw sering bertemu mereka saat bermain sama olit di playground. ada jg siy yg suka bergaya ala singaporean, ini mungkin untuk mbak-mbak yg sudah lama dan berpengalaman. celana pendek, kaus ketat dan earphone selalu terpasang atau sibuk berhalo-halo dg suara medhoknya. cerita miring tentang mbak-mbak yg rela tidur dg bangla (buruh migran dr bangladesh, india, dst yg biasanya bekerja sbg pekerja konstruksi) pun banyak beredar. motifnya biasanya karena uang. asal tahu aja, untuk bekerja di singapura, mbak harus rela dipotong 6-8 bulan gaji dari 24 bulan kontrak bekerjanya untuk biaya agen yg telah menampung mereka. selama 6-8 bulan itu mereka harus kerja rodi..kerja keras tapi ngga dibayar. beruntung kalau dapat majikan yg baik hati dan mau memberi si mbak uang ala kadarnya, tapi yg seperti ini jarang terjadi. ini yg namanya perbudakan manusia di jaman modern. majikan merasa sbg orang yg berkududukan lebih terhormat, seenak udelnya memperlakukan maid seperti budaknya yg harus menuruti apa katanya, diperlakukan semaunya..soal hati nurani? wah ngga kepikir, apalagi buat singaporean yg kiasu (ngga mau rugi)

buat gw, pembantu, maid, pramuwisma, asisten pribadi atau apapun itu namanya, bukanlah orang yg berderajat lebih rendah dari kita. pendidikan mereka memang lebih rendah, penampilan mereka juga ngga se cantik dan se glamour majikannya, tingkah mereka mungkin kadang kita anggap kurang tanggap, kurang cerdas, kurang cekatan, dll..tapi mereka ngga pernah minta untuk ada pd kondisi ini, mereka rela hidup prihatin, kuat menderita..ketahanan mental mereka tinggi..kalau ada yg sampai membunuh majikannya ya mesti dilihat latar belakangnya dahulu..biasanya karena majikan memperlakukan mereka tidak manusiawi..malah kadang lebih buruk ketimbang hewan peliharaan. mbak-mbak itu juga punya banyak tanggungan, punya banyak masalah..sudah semestinya kita mengurangi beban mereka dg memberi gaji yg sepadan dan memperlakukan mereka seperti kita. jangan memberi receh tapi kita berharap mendapat berlian. realistislah!

4 comments

  1. mbak, saranku jangan prefer dari lugu atau nggaknya tampang deh.. Kudu wawancara biar pasti. Soalnya pengalamanku yang kemaren itu kayak gitu. Aku kurang mewawancara si pembantu baru.

    Di agen, aku ngambil pembantu yang nggak pengalaman dan bertampang lugu. Bener-bener lugu. Pake jilbab pula. Maksudnya nggak pengalaman adalah supaya biar gampang diajarin dan ga bawa kebiasaan di majikan lama, sedangkan maksudnya nyari yang lugu adalah supaya orangnya nggak macem2. apalagi dia ngakunya lulusan pesantren.. mana ngakunya orang tuanya adalah orang susah. Yo wis makin mantaplah diriku milih si anak ini.. untuk membantu dia dan keluarganya juga kan..

    Lama-lama ketauan juga lho kalo si pembantu lugu ini ternyata nggak sejujur dan nggak selugu yang dikira.. plus susah banget dikasih tau untuk makan yang banyak supaya nggak gampang pusing, dan nggak jajan di luar supaya nggak diare lagi (dan akhirnya nularin ayodya… :( ) Coba deh baca tulisanku yang ttg pramuwisma. Bikin gregetan deh. Kalo soal kerjaan yang nggak oke sih nggak terlalu masalah ya. Justru yang bikin sebel memuncak itu ngelihat kelakuannya yang makin lama makin nggak sesuai sama pakaiannya.

    Aku sendiri juga nggak tau kenapa anak ini bisa kayak gitu. Perasaan kerjaan ya gitu-gitu aja.. bangun jam 4 bantuin aku masak karena aku udah berangkat jam 6(dia nggak masak sendiri), trus nyapu, ngepel, nyuci baju, dan nyeterika. Nggak perlu jagain ayodya karena udah ada baby sitter. Nah, mbak tuti juga tahu kan kalo kerjaanya sesimpel itu harusnya bisa kelar jam berapa dan bakal banyak waktu untuk istirahat siang.

    soal fasilitas, ada TV di kamarnya. Soal makanan tinggal ambil aja wong waktu itu sama makanannya sama aku dan mas weby. Soal libur, aku kasih sebulan sehari meskipun dari agen nggak merekomendasikan diberi libur (aku kasih waktu libur supaya sama ama baby sitterku), dan soal gaji, aku ngasih sedikit lebih besar dibanding yang disyaratkan agen. Harusnya nggak ada masalah ya.

    mungkin karena dia udah kenal banyak orang kali ya akibat sering diajak keluar sama baby sitter pas waktu luang malem2.. nggak tau deh.

    Pokoknya saranku, wawancara itu is a must!! dan tampang lugu tidak menjamin dia lugu… malah bisa lebih berbahaya.

    btw, ezra jadinya gimana nih pas mbak tuti mulai kerja?


  2. “ada jg siy yg suka bergaya ala singaporean, ini mungkin untuk mbak-mbak yg sudah lama dan berpengalaman. celana pendek, kaus ketat dan earphone selalu terpasang atau sibuk berhalo-halo dg suara medhoknya.”

    jadi teringat cerita temen di Hongkong pas nawar baju di market, sebelah temen ada mbak-mbak begaya hongkong abis tapi tiba2 nada medhok-nya membuat temenku ini memalingkan muka secara mbak2 gaya-hongkong itu ngomong ke temannya “iki apik tenan lho! kowe mesti tuku iki!”


  3. >putie
    insy. udah ada kandidat, rekomendasi temen..tapi pertimbanganku krn proses ngurus2nya lebih mudah krn dia pernah bekerja di sini, soalnya aku ngga punya cukup waktu buat nunggu. smoga aja mbaknya ngga bermasalah ;)

    >bowo
    hehehe..tp mungkin lebih mendingan kali ya ketimbang yg penampilannya kucel n ndeso (bikin gw mikir perlakuan si majikan ke mbaknya..padahal dibawa2 ke vivo city githu lhooo..)


  4. di website ministry of manpower (depnaker s’pore), jam kerja bagi maid tidak diatur; yg mengatur barangkali kontrak antara dua pihak (majikan dan maid) dan di sini maid tidak punya posisi tawar apa-apa.

    mom juga tidak memberikan penalty bagi majikan yang mempekerjakan maid di untuk ORANG LAIN di tempatnya; misal: ada org yg membawa bayi ke tempat org lain yg punya maid; padahal maid tidak berkewajiban menjaganya.

    ini kesalahan fatal MoM yang sok regulatif.



Leave a Comment