sejak punya ezra, hobi nonton gw sedikit mengalami hambatan karena gw ngga bisa pergi ke bioskop dg leluasa. kalo mau nonton sendirian ato berdua suami, gw mesti menitipkan ezra di tempat temen yg jarang jg gw lakukan. jadi paling2 mesti sabar nunggu dvdnya keluar ato nebeng lihat film2 yg didonlot sama temen. smalem lihat persepolis yg banyak menceritakan ttg kehidupan di iran. film ini menceritakan kesulitan yg dialami oleh wanita di mana banyak sekali larangan yg diberlakukan pada wanita dg alasan yg sangat tidak logis. wanita dilarang bersekolah, mesti memakai busana yg serba tertutup, barat pun terlarang buat mereka. tapi kondisi wanita iran saat ini terutama selama kepemimpinan ahmadinejad nampaknya lebih leluasa.
hari ini, gw lihat liputan bbc ttg wanita yg hendak membuat SIM di afghanistan. ada test teori dan praktek. pada test teori ternyata hampir mirip dg jakarta, di mana testnya cuma formalitas dan ditanya2 ttg rambu2 lalulintas. pada test praktek, peraturan lebih ketat lagi. kalau gagal ya gagal dan bisa mengulang lagi. wanita yg diwawancara nampaknya termasuk cukup berani dan berpikiran lebih liberal. dia tak hendak menikah, hendak mempunyai SIM dan bisa nyetir ditengah2 pandangan sempit para lelaki yg bahkan ada yg berkomentar kalo wanita yg ingin membuat SIM sama seperti binatang..di daerah pinggiran, banyak lelaki yg memukul wanita jika merasa si wanita berlaku salah. wanita masih menjadi kaum yg tertindas. rezim taliban meninggalkan jejak yg sulit untuk dihapus.
gw ingat dg novel perempuan di titik nol (woman at point zero) nya nawal el saadawi. firdaus sang tokoh nyata, adalah korban kesewenang-wenangan kaum lelaki yg menganggap diri mereka adalah penguasa mutlak nasib wanita. lelaki yg berpikiran sempit dan biasanya tidak berpendidikan. chauvinisme lelaki yg sangat berlebihan.
intinya gw merasa beruntung dilahirkan di negara di mana wanita bebas beraktifitas tanpa harus diikuti muhrim ke mana pun dia pergi, tinggal di negara di mana wanita bebas memakai pakaian yg dia inginkan tanpa takut untuk dilecehkan oleh lelaki, bisa bersekolah dan berkarir. islam radikal hanya akan membawa wanita melangkah mundur ke belakang. buat gw, agama adalah hak mutlak individu dan tak seorang pun di dunia ini berhak untuk menilai ketaqwaan seseorang. negara yg baik adalah negara yg bisa menghargai wanita sama derajatnya dg lelaki.