akhir-akhir ini, gw mulai bersentuhan dg hal yg berkaitan dg pramuwisma. di singapura, banyak maid agency yg menawarkan maid dalam sebuah katalog. kita tinggal melihat profile mbak-mbaknya..lengkap dg foto, identitas, asal usul, pengalaman, keterampilan dan gaji yg ditawarkan. ngga gampang juga untuk menentukan sifat dan kepribadian si mbak dari sebuah foto..kalo gw pribadi, gw lebih prefer penampilan mbak yg masih lugu dan kelihatan keibuan. yg agak menggelikan, sekarang ini, banyak mbak-mbak yg penampilannya cukup manis..wah buat yg seperti ini, bisa2 tertukar majikan dg maidnya hehe…btw miris jg melihat banyak perempuan yg terpaksa meninggalkan anaknya yg masih kecil, suami dan keluarganya untuk sekedar mengharap imbalan dg menjaga anak orang lain. sedihnya lg banyak keluarga yg merasa sudah menggaji si mbak, lalu memperlakukannya kurang manusiawi. si mbak harus bekerja dari pagi buta sampai larut malam..pekerjaan yg harusnya bukan pekerjaannya pun kadang harus dilakoni. hak si mbak untuk libur sebulan sekali pun banyak dilanggar, padahal jika ngga memperbolehkan mereka libur, majikan harus mengganti 20 dolar..tapi lagi-lagi banyak yg ngga peduli sama hal ini. banyak cerita sedih dari mbak-mbak di sini. gw sering bertemu mereka saat bermain sama olit di playground. ada jg siy yg suka bergaya ala singaporean, ini mungkin untuk mbak-mbak yg sudah lama dan berpengalaman. celana pendek, kaus ketat dan earphone selalu terpasang atau sibuk berhalo-halo dg suara medhoknya. cerita miring tentang mbak-mbak yg rela tidur dg bangla (buruh migran dr bangladesh, india, dst yg biasanya bekerja sbg pekerja konstruksi) pun banyak beredar. motifnya biasanya karena uang. asal tahu aja, untuk bekerja di singapura, mbak harus rela dipotong 6-8 bulan gaji dari 24 bulan kontrak bekerjanya untuk biaya agen yg telah menampung mereka. selama 6-8 bulan itu mereka harus kerja rodi..kerja keras tapi ngga dibayar. beruntung kalau dapat majikan yg baik hati dan mau memberi si mbak uang ala kadarnya, tapi yg seperti ini jarang terjadi. ini yg namanya perbudakan manusia di jaman modern. majikan merasa sbg orang yg berkududukan lebih terhormat, seenak udelnya memperlakukan maid seperti budaknya yg harus menuruti apa katanya, diperlakukan semaunya..soal hati nurani? wah ngga kepikir, apalagi buat singaporean yg kiasu (ngga mau rugi)
buat gw, pembantu, maid, pramuwisma, asisten pribadi atau apapun itu namanya, bukanlah orang yg berderajat lebih rendah dari kita. pendidikan mereka memang lebih rendah, penampilan mereka juga ngga se cantik dan se glamour majikannya, tingkah mereka mungkin kadang kita anggap kurang tanggap, kurang cerdas, kurang cekatan, dll..tapi mereka ngga pernah minta untuk ada pd kondisi ini, mereka rela hidup prihatin, kuat menderita..ketahanan mental mereka tinggi..kalau ada yg sampai membunuh majikannya ya mesti dilihat latar belakangnya dahulu..biasanya karena majikan memperlakukan mereka tidak manusiawi..malah kadang lebih buruk ketimbang hewan peliharaan. mbak-mbak itu juga punya banyak tanggungan, punya banyak masalah..sudah semestinya kita mengurangi beban mereka dg memberi gaji yg sepadan dan memperlakukan mereka seperti kita. jangan memberi receh tapi kita berharap mendapat berlian. realistislah!