semenjak usia 1,5-6,5 tahun, gw diasuh oleh bude dan pakde (kakak ibu yg tertua) karena mereka tidak dikaruniai anak. gw biasa memanggil mereka ibu dan bapak dan sudah menganggap mereka sbg orang tua gw sendiri. bapak adalah seorang pensiunan ABRI, sedang ibu berwiraswasta sbg agen koran di daerah Bintaro yg dulu masih berupa sawah dan rawa-rawa. Bapak pensiun karena sakit liver, yg menurut ibu dikarenakan tugasnya yg terbiasa membawa peralatan berat saat bertugas. mereka tidur terpisah. bapak tidur sendiri, sedang gw dg ibu krn mereka takut gw akan tertular. bapak sayang sekali dg gw. gw ngga boleh dimarahi dan semua keinginan gw sebisa mungkin dituruti. bahkan setiap ibu menyuruh gw untuk belajar, bapak akan melarang dg alasan biarkan anak kecil bermain sampai puas. maka setiap hari, gw main dari pagi sampai malam dan tak pernah memiliki tanggung jawab untuk belajar. setiap pagi, ritual gw adl membaca majalah sambil duduk disamping bapak yg berlangganan jamu. ketika gw sering bercerita ttg rumah bertingkat, bapak pun membuatkan rumah seperti yg gw inginkan dan dibilangnya, “buat tuti..”. pernah jg sewaktu kita pergi naik metromini dan gw mlokek (muntah anak kecil krn susu) di lantai, bapak pun lsg membuka bajunya untuk mengelap karena ada penumpang lain yg protes.
usia 6,5 tahun gw dipulangkan karena orang tua kandung gw takut gw ngga mengenal mereka. gw sedih..bapak apalagi. yg gw tau, semenjak gw pindah, bapak tambah sakit-sakitan dan sering menanyakan gw dan kadang suka menangis setiap mendengar nama gw (bahkan ketika mereka mengasuh sepupu gw yg lain sbg pengganti, bapak ngga bisa menggantikan perasaaannya ke gw)…puncaknya sewaktu gw duduk di kelas 4 sd..gw dipanggil pulang dari sekolah dan dibawa ke rs fatmawati. kata ibu, bapak sakit keras dan ingin bertemu gw. yang gw lihat adalah peralatan medis bersliweran disekujur tubuhnya. bapak sudah koma. gw takut melihat keadaannya, gw cuma berbisik di telinganya, “bapak, ini tuti..” dan gw menunggu di luar ruangan sambil menangis. tak berapa lama, gw diberi tahu kalau bapak sudah berpulang. bahkan dalam saat terakhirnya, ia hanya ingin menunggu gw..anaknya…
sejak kematiannya, gw selalu mencari figur lelaki seperti bapak..lelaki yg memberikan unconditional love..lelaki yg sangat mencintai keluarganya..
pagi ini, gw kangeeeeen sekali dg bapak..gw sedih..gw nangis..bapak dibaringkan dikampung halamannya. i love u pak..suatu saat nanti insy. kita bisa bertemu lagi.
(Rabb..ampunilah semua kesalahan bapak sewaktu hidupnya dan lapangkanlah kuburnya..tempatkanlah ia di surgaMu..amen)