opini : Masalah Finansial

kemarin liat oprah membahas ttg masalah finansial yg dihadapi oleh banyak keluarga2 di amerika. banyak dari mereka mempunyai hutang yg berlipat ganda meski pendapatan mereka jg besar. semua mengikuti pepatah besar pasak daripada tiang. Pemahaman dari suze orman, sang penasehat keuangan bahwa :

“Bagaimana cara kita mengatur keuangan merefleksikan diri kita yang sebenarnya. Kalau kita kacau dalam mengatur keuangan, sebenarnya inner soul kita pun ‘kacau’. Indikasi bahwa jiwa kita kacau bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari seperti rumah yg selalu berantakan, makanan yg selalu bersisa/tidak dihabiskan, membeli barang2 tapi tidak digunakan, dll. Ini menunjukan bahwa kita tidak bisa menghargai uang. Orang yg jiwanya stabil, tidak akan tahan melihat kekacauan2 ini”.

Dalam acara ini pula, ada contoh seorang kakak yg tak pandai mengatur keuangan, selalu kehabisan uang & berhutang banyak, setiap bulan selalu meminta uang kepada adik dan ibunya untuk mengatasi masalah keuangannya. Dan uang itu dipakai kadang tidak sesuai dg apa yg dia bilang sebelumnya.

Suze pun memberi penjelasan bahwa adik dan ibunya TIDAK BOLEH memberikan bantuan dalam bentuk uang kepada sang kakak karena hal ini tidak akan memberikan pelajaran. bahwa selama ini mereka TIDAK BERBAGI UANG melainkan BERBAGI ‘NOTHING’. mereka akhirnya sama2 ngga punya apa2. sang ibu ngga punya uang pensiun, sang adik pun selalu berkurang uangnya dan sang kakak ngga pernah menyadari bahwa dia harus menyelesaikan masalahnya sendiri, belajar bertanggung jawab terhadap dirinya dan kehidupannya. mereka membuat kontrak yg ditandatangani bersama, isi kontraknya menyatakan bahwa mereka ngga akan meminjamkan uang lagi dan si kakak harus menanggung sendiri resiko kalau dia tak disiplin membayar hutang2nya. tentu ada langkah2 yg mesti dilakukan sang kakak untuk membantunya mengatur keuangannya.

kadang karena keluarga sendiri, kita sering membantu dan merasa tidak tega. tapi kalau tahapnya sudah tidak sehat dan menganggu, kita harus tegas. karena orang2 seperti ini sebenarnya bermasalah dan mereka tidak menyadarinya. untuk menolong, bukan dg terus menerus memberi uang tapi dg memberi pengertian tentang arti tanggung jawab dan prioritas.

One thought on “opini : Masalah Finansial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s