bayi kecil di perempatan fatmawati

duh sayang, terkesiap aku melihat sosok mungilmu dalam gendongan anak kecil yang mungkin baru berusia sepuluh tahun. aku yakin usiamu belum sampai enam bulan. jam delapan malam di perempatan fatmawati. bau knalpot, angin malam, tanpa belaian sayang. di mana ibu mu? perempuan yang tak pantas kau panggil ibu. di mana nalurinya? menyewakan anak layaknya dagangan. ingin aku maki perempuan macam itu. miskin bukan berarti mati hati. buat apa dia melahirkanmu, kalau cuma untuk dieksploitasi.

dalam koantas bima yang penuh sesak waktu itu, setengah mati aku tahan air mataku. aku benci sama diriku sendiri. yang cuma bisa termangu sambil menyumpah dalam hati. aku sama seperti manusia di sana. hanya diam, mengutuk sang ibu, tanpa melakukan apapun untuk melindungimu. aku cuma bisa berdoa..doa seorang pengecut.

sayangku, semoga Tuhan selalu melindungimu, semoga Ia selalu menjaga kesehatanmu, meski kau tak pernah merasakan nikmatnya di sayang dan diberi susu alami apalagi susu formula. semoga dalam biskuit murahan dan air putih yang nanti kau nikmati, gizinya jauh melebihi makanan empat sehat lima sempurna. Tuhan Maha SegalaNya. Jikalau kau besar nanti, semoga kau menjadi menteri kesejahteraan rakyat. supaya bisa mengangkat derajat kaummu yg tertindas.

sayangku, maafkan aku..

ps : juga untuk pengemis kecil cacat tanpa tangan..tulang yg menonjol di bahumu, aku yakin itu adalah kepak sayap malaikatmu. Rabb..jagalah mereka. amien. 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s