Beasiswa Jepang nan Ngepas

Semua pastinya udah mafhum..(tsah bahasanya) kalo biaya hidup di Jepun itu mahal. Gw pingin memberikan pencerahan sedikit bagi mereka-mereka yang mengincar beasiswa di Jepang terutama Monbusho. Meskipun gw tidak bersekolah dan bukan alumni, tapi sebagai emak-emak yang ikut numpang menikmati uang beasiswa walau bukan monbusho, gw pingin memberikan pandangan gw secara objektif.

Beasiswa Monbusho tahun 2012 besarnya sekitar 147.000 yen. Jumlah ini sungguhlah tidak mencukupi bagi mereka-mereka yang telah berkeluarga dan mempunyai anak. Bagi mereka yang mengincar program S2 atau S3  sebaiknya berpikir ulang jika ingin mendaftar. Karena pilihan sulit yang terpaksa harus diambil adalah suami/istri lanjut kuliah di Jepang, sementara keluarga berada di Indonesia.

Waktu dua tahun, tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bagi mereka yang siap dengan konsekwensi tersebut ya monggo untuk tetap melanjutkan niat tersebut.  Tetapi bagi yang tidak siap, tidak kuat harus meninggalkan istri dan anak-anak yang sedang lucu-lucunya, baiknya mengurungkan niat mendaftar beasiswa tersebut.

Gw berikan sedikit gambaran mengenai besarnya biaya hidup di daerah Tokyo :

Di Jepang, pengeluaran termahal adalah sewa rumah, transportasi dan makan. Yang berstatus single masih bisa bernafas lumayan longgar dengan catatan nyewa apato yang murah meski tempatnya agak jauh dari universitas atau asrama kampus. Uang sewa perbulan sekitar 50.000 yen untuk tipe studio (terutama jika berada di wilayah kota). Barang tentu bagi yang berkeluarga dan mempunyai anak, apalagi yang anaknya sudah besar-besar, ngga mungkin untuk tidur campur selama dua atau tiga tahun. Pastinya perlu privasi dan itu berarti mesti menyewa apato yang lebih besar dan tentu saja lebih mahal. Biayanya bisa berkisar dari 80,000-100,000 yen lebih. Bisa-bisa uang beasiswa habis cuma buat nyewa tempat.

Transportasi biasanya sekitar 1,000 yen/hari dengan catatan ngga kecentilan mampir sana sini. Bisa dikatakan ketiban durian runtuh kalo nemu tempat yang murah dan tinggal ngesot atau naik sepeda ke kampus.

Makan, kalo menunya seputaran nasi, telor ceplok, lalap timun sama cuci mulut pake pisang, mungkin sebulan bisa habis sekitar 10,000 yen. Ini perkiraan bagi yang single dan jarang banget makan di luar. Bagi yang berkeluarga, barang tentu lebih dari itu.

Biaya utilitas seperti listrik, air, gas, telpon,internet sekitar 10-20,000 yen.

Sekolah. Ini juga termasuk hal yang sangat-sangat perlu dipertimbangkan bagi mereka yang sudah mempunyai anak. Di Jepang, anak usia 3 taun sudah bisa didaftarkan di TK. Ada dua jenis TK, privat dan publik. Yang publik biayanya sekitar 5,000 yen perbulan dan terbatas jumlahnya. TK privat sekitar 40,000 yen perbulan. SD, SMP, SMA disubsidi oleh pemerintah sehingga biayanya murah, malah bisa disebut gratis. Ada juga subsidi dari pemerintah di daerah kita tinggal yang besarnya tergantung keuangan daerah yang bersangkutan.

Masalah biaya sekolah mungkin bisa diminimalkan, dengan catatan sekolahnya adalah sekolah Jepang milik pemerintah. Masalah utama sekolah ini adalah bahasa. Apalagi bagi mereka yang sama sekali ngga bisa bahasa Jepang. Bikin frustasi malah. Setiap hari, anak-anak membawa selebaran tentang informasi-informasi dari sekolah. Kalo ngga punya teman Jepang/yang bisa berbahasa Jepang  buat menerjemahkan surat-surat itu ya wassalam aja.

Ada Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Tapi tempatnya di Meguro. Bagi yang berdomisili di pinggiran Tokyo, waktu tempuh ke SRIT sendiri bisa menghabiskan 1,5-2 jam perjalanan. Sukur-sukur anaknya udah gede dan bisa pergi sekolah sendiri, tapi kalo masih SD..yah lagi-lagi wassalam. Cari rumah di Meguro juga ngga mungkin karena uang sewa di tempat ini udah selangit sendiri.

Kesehatan. Meski sudah dicover asuransi, tetap saja kalo sakit biaya sekali periksa sekitar 2,000 yen sekali datang. Gw mengandalkan obat lokal yang biasa dipaketkan nyokap dari Jakarta. Anak-anak biasanya gratis tapi ada daerah-daerah seperti di Chiba, di mana asuransi hanya menanggung sebesar 50% saja.

Pelajar adalah golongan fakir miskin di Jepang. Ini sebenarnya adalah blessing in disguise karena ngga perlu bayar pajak, biaya kesehatan ditanggung asuransi bisa sampai 70%, biaya melahirkan gratis baik normal maupun operasi. Makanya ngga heran banyak yang beranak begitu di Jepang =P

Nah, dari paparan gw di atas, memboyong keluarga ke Jepang dengan mengandalkan uang beasiswa aja ngga gampang. Seperti yang gw bilang tadi, kalo masih muda dan berstatus single sih hayuk aja atuh. Tapi yang berkeluarga dan punya anak yang beranjak besar? hmm…mau tidak mau..suka tidak suka..ya pilihan terbesarnya adalah berpisah sementara dengan keluarga.

Bagi yang masih muda dan merencanakan masa depan, baiknya selesaikan dulu sekolahnya sampai mentok sebelum berniat menikah. Kebut terus dari S1 sampai S3 sebelum umur mencapai kepala tiga. Niscaya, pikiran lebih fokus dan ngga pusing sama tetek-bengek finansial dan beasiswa yang semakin ngepas ini. Harap diingat, setiap tahun, kecenderungannya beasiswanya semakin kecil nilainya. Harap dimaklum, Jepang sedang resesi.

Yang ini opini suami, menurutnya, kalau mau bahasa Inggrisnya menjadi lebih baik, disarankan tidak melanjutkan sekolah di Jepang. Lebih baik mengincar sekolah di negara-negara yang memang berbahasa Inggris dengan baik dan benar seperti Amrik, Oz, Kanada, dll.

Nah, sekarang pilihan ada di tangan Anda =)

2 thoughts on “Beasiswa Jepang nan Ngepas

  1. menderita banget yee hidup d jepun kalo ga punya uang, ngerasain d sana apa2 mihiiill..
    iya kmrn ngerasain, jalan2 paling mahal ya k jepang ini. tadinya terinspirasi baca buku 2,5 jt keliling jepang tp tnyt uang yg d habiskan lebih dr itu, apalagi d tambah naik taksi krn salah turun shinkansen, hihi..
    arigatou gozaimasu, jya ne.. Gambarimasu!!! ^_^

  2. wah belom pernah baca keliling jepang 2,5jt..agak lebay kynya judulnya..mungkin kl cuma tokyo-kyoto n tidur di hostel semalem cukup..tp keliling Jepang, hontou??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s