Buku langka

Hari ini lagi bahagia banget karena dapet limpahan buku-buku langka dari Matsushita San. Beliau ini orang Jepang yang pernah tinggal di Jakarta dan Wlingi (daerah Blitar) sekitar tahun 70 an. Kebetulan beliau ini relawan di tempat belajar bahasa Jepang yang gw ikuti, nah dari sinilah kita kenal dengan beliau. Matsushita San ini adalah insinyur sipil Jepang yang pernah bertugas di Indonesia. Beliau ikut andil dalam proyek pembangunan Ratu Plaza di Senayan dan membangun dam di daerah Wlingi. Sudah dua kali beliau mengundang kita ke rumahnya. Di kunjungan kedua inilah beliau menghibahkan beberapa buku-buku tentang Indonesia.

Yang pertama adalah kamus Indonesia Inggris John M. Echols dan Hassan Shadily  edisi ketiga tahun 1966. Sampulnya masih pake sampul batik. Kedua, Tanah Air Kita karangan N.A. Douwes Dekker keluaran tahun1950 yang berbahasa Belanda. N. A. Douwes Dekker ini cicitnya Multatuli (aka si Douwes Dekker senior). Foto-fotonya ciamik banget tanpa sentuhan photoshop (ya eyalah jaman kuda gigit besi ;D). Ketiga, Atlas Indonesia untuk Sekolah Rakjat terbitan tahun1954 yang masih mempergunakan ejaan lama. Di tahun ini Papua New Guinea masih termasuk bagian Australia dan Timor Timur dibagi dua menjadi wilayah RI dan Portugis. Keempat, kamus medis sederhana dalam tiga bahasa, yaitu Jepang, Inggris dan Indonesia. Kelima, Percakapan Bahasa Inggeris melaui gambar-gambar terbitan tahun 1976.

Hontouni arigatou gozaimasu Matsushita San ^o^. Buku-buku ini ngga bakal gw jual berapapun juga (err..kecuali kalo ada yang berani nawar 100 milyar ya pikir-pikir hehe). Niatnya sih pingin menerjemahkan bukunya si Douwes Dekker itu karena sumpah bukunya bagusss banget!

Buku-buku ini mengingatkan gw akan buku Ramayana yang dulu pernah gw miliki sewaktu SD.  Suatu hari bokap gw membawa buku cerita Ramayana yang tebelnya alaihim plus kucel abis. Secara gw dulu kutu buku dan suka banget sama ceritanya, gw baca sampe khatam dan selalu mewek setiap baca bab pas burung Jatayu mati. Buku itu sekarang hilang tak tentu rimbanya. Setiap gw cari ke toko buku cuma nemu buku Bhagavad Gita yang menurut gw tidaklah menarik. Sedih setiap inget sama buku itu.

Oya Matsushita San juga memperlihatkan foto-foto jadul Jakarta dan kota-kota di Jawa lainnya. Istrinya cerita kalo dia suka belanja di Blok M, Pasar Mayestik. Pasar Baru, dan Sarinah yang waktu itu masih hip bangets ;D. Bo’, andai gw punya mesin waktu, bakal gw abadikan masa itu sebanyak-banyaknya. Kangennnnn banget lihat Jakarta yang masih banyak pepuunan, Ciliwung yang belom item dan busuk, tanah orang Betawi yang masih berhektar-hektar, dokar sama jalanan yang lengang. Duh!

2 thoughts on “Buku langka

  1. Buku Atlasnya boleh gak, saya beli, soalnya tahun 70an saya sudah punya buku tsb, dikasih om saya yang kebetulan seorang guru, pada bagian depan kalo gak ada peta inddonesia yang disekelilingnya ada lukisan2 tetang transport, orang membatik dll., kalo boleh berapa harganya,tks, Syahranie email syekhieran@gmail.com di Banjarmasin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s