Hal yang disukai dari Jepang

Hal-hal yang gw sukai dari Jepang adalah :

  • Koneksi internet yang cepat. Mau download, streaming, dll tergolong memuaskan.
  • Online shopping. Cepat, aman, efisien, terpercaya, nyaman.
  • TEPAT WAKTU. Terutama alat transportasi. Juga dalam hal janjian. Ngga ada kata ‘jam karet’ atau terlambat. Dan andaikata terlambat pun biasanya mereka memberitahu terlebih dahulu dan ngga ngaret lama. 10 menit batas toleransinya.
  • Nenek-nenek modis. Rambut ungu, pink, merah, oranye dan hijau bukan hal yang tabu bagi nenek-nenek di sini.
  • Aman. Pulang tengah malem sendirian alhamdulillah baik-baik aja. Barang jatuh/ketinggalan biasanya bisa ditemukan kembali.
  • Tertib. Ngantri dengan tertib, orang Jepang jagonya.
  • Rapi. Organized. Semua hal didokumentasikan secara rapi dan teratur.
  • Terawat. Barang-barang dirawat dengan baik sehingga dapat dipakai dalam waktu yang lama.
  • Enak dipandang. Semua orang pandai merawat penampilan. Biarpun belum mandi, semua orang terutama yang wanita, selalu tampil menarik  dan rambut yang tertata rapi.
  • Perpustakaan umum yang nyaman.
  • Bersih dan teratur. Ngga ada kendaraan saling serobot. Semua taat peraturan. Bahkan hewan peliharaan di Jepang, semuanya sopan. Ngga menggonggong sembarangan hehe.
  • Hobi berolahraga dan bermain musik. Malam hari atau bahkan di musim dingin, banyak orang yang melakukan jogging.
  • Barang-barang berkualitas baik. Sayur-mayur, buah-buahan di supermarket semuanya berkualitas prima. Bagi orang yg takut sama ulet, sayuran bebas hama seperti ini adalah sesuatu banget.
  • Berhubung gw tinggal di pinggiran Tokyo dan di daerah pegunungan, melihat gunung fuji dan pegunungan yg indah setiap harinya sungguh menyejukan. Gw juga cinta banget sama bulan di Tokyo. Terutama di musim dingin di mana langit cerah tanpa awan.
  • Toko 100 yen, uniqlo, motherways, earth music ecology.
  • Kaiten sushi. Meski ngga semua toko sushi di jepang itu enak. Makin mahal biasanya makin segar bahannya. Soba ketimbang udon.
  • Bergerak, bergerak dan bergerak. Nenek, kakek, manula yang sudah bungkuk pun masih rajin jalan-jalan, gerak badan. Ngga ada istilah pensiun-ngaji-nunggu mati di sini. Nenek umur 90 tahun masih gesit. Masih nyapu jalanan pagi-sore.
  • Betsu-betsu. Ngga ada istilah traktir-mentraktir. Dalam event apapun, orang harus bayar semuanya sendiri-sendiri. Kesannya pelit, tapi ketimbang boros seperti kebiasaan kita, model jepang begini lebih hemat dan efisien.
  • Branded. Sebernernya ngga tau apakah ini positif atau negatif. Rata-rata orang dibalut dengan pakaian, sepatu, tas branded. Le coq sportif, Cath kidston, Coach, LV, Gucci, Adidas, Nike, Timberland, Merrel, dll.
  • Trekking Gear. Barang-barangnya lagi-lagi mesti bermerek dan goretex. Naik Fuji bakal minder dengan baju dan peralatan lengkap orang-orang Jepang. Ini sebenernya patut dicontoh. Orang Jepang ngga pernah setengah-setengah, kalo mau melakukan sesuatu harus persiapan penuh. Sedia payung sebelum hujan!

2 thoughts on “Hal yang disukai dari Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s