Baby blues

Lagi nostalgia inget jaman habis melahirkan. Gw mengalami hal yang namanya baby blues. Sebenernya istilah ini udah lama tau, karena sering  baca hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan tetek bengeknya (maklum anak pertama). Namun ternyata tau itu belum tentu sadar. Karena waktu mengalaminya, gw ngerasanya logis-logis aja, ngga berlebihan. Tapi sekarang setelah dipikir-pikir lagi, kayaknya rada kebangetan juga hehe.

Bentuk baby blues yang gw alami adalah keparnoan dimana gw melarang orang lain buat menjenguk anak gw, karena ketakutan si anak bakal terpapar kuman-kuman dan segala bentuk penyakit lainnya. Almarhum mertua yang juga seorang dokter mewanti-wanti supaya bayi tidak sering bertemu orang asing, untuk melindunginya dari kuman penyakit. Maklum, kebiasaan kalo lihat bayi kan pinginnya gendong-gendong, cium sana-sini. Kadang kita ngga sadar kalo sebenernya tangan masih kotor, keringetan, sedikit batuk, agak meriang, dll.

Emak gw super sebel menghadapi gw yang waktu itu ngeyel banget buat melarang tetamu ketemu si anak. Keadaan ini berlangsung sekitar sebulan. Sayangnya dengan pencegahan begitu rupa, anak gw tetep pilek dengan suksesnya. Ketularan asisten yang bantuin cuci popok.

Setelah sebulan, nampaknya hormon mulai stabil dan gw mulai lebih rileks mengijinkan tetamu melihat si bayi. Sekarang jadi merasa bersalah kepada para korban baby blues gw. Maafkan ya tante-tante, budhe-budhe sekalian =D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s