Si Pria Pintar

Sebutlah dia sebagai si pria pintar (SPP). Kenapa? karena diterima di perguruan tinggi yang masuknya sulit, karena lanjut sekolah sampai mentok di bidang yang  bukan ecek-ecek, karena pengetahuannya yang luas tentang banyak hal..mulai dari pesawat terbang, filsafat, film, politik, sosial budaya sampai humor yang awur-awur, karena bisa banyak bahasa..madura, jawa, indonesia, inggris, sedikit jepang & jerman (sedikit ini relatif lho!), karena bisa main musik..organ, piano dan gitar, tidak tuli nada dan bisa cepat memainkan lagu hanya dengan mendengar tanpa perlu melihat chord, karena pemikirannya yang matang dan dewasa, karena berani menghadapi otoritas.

Pasangan SPP banyak belajar darinya. Terutama sekali dalam hal empati. SPP ini perhatian sekali. Berbeda dengan pasangannya yang cenderung cuek. SPP juga pekerja keras dan cenderung perfeksionis. Ke mana pun selalu well prepared. Ini bertolak belakang dengan si pasangan yang selalu last minute dan procrastinator sejati.

Seringkali si pasangan terpukau ketika SPP sedang menjelaskan sesuatu. Kadang si pasangan membatin, “gile ya, pinter banget sih kamu!..ganteng pulak!” hihihi. SPP selalu menjelaskan tentang riset yang sedang dia tekuni dengan bahasa yang sederhana. Padahal bidangnya itu njlimet abis. Selain itu SPP juga pintar menjelaskan sesuatu hal dengan bahasa yang persuasif. Jadi kalau ditanya mana yang lebih cocok, jadi dosen atau CEO?  dua-duanya!

SPP juga termasuk kategori family guy. Meski menurut si pasangan, SPP ini spesialis anak-anak remaja dan dewasa. SPP cenderung ngga sabaran kalau menghadapi balita. Punya masalah tentang kehidupan dan masa depan? SPP jago memberi solusi tanpa nada menggurui. SPP ini juga sangat mengerti tentang sifat pasangannya. Misal si pasangan sedang cranky, pasti SPP sigap merespon, “nih kasih sangu, sana ke mall biar ceria” ihihihihi. SPP juga sabar banget. Waktu naik Fuji, si pasangan berjalan dengan manjanya (baca: lelet), SPP sabar menunggu. Bahkan ketika turun gunung dan sampai di stasiun 6, SPP ngajak naik kuda ketimbang jalan. Padahal si pasangan udah melarang karena mahal. Tapi SPP bilang, “daripada kamu kecapekan”.

SPP juga perhatian sekali dengan anaknya. Kukunya item dikit pasti langsung digosok kinclong oleh SPP. Tengah malam, SPP selalu menggendong anaknya ke toilet. Supaya ngga kencing batu katanya. Hal-hal kecil yang nampaknya ngga penting, ternyata diperhatikan sekali oleh SPP. Ia sering pergi berdua saja dengan si anak. Ke museum atau mengeksplorasi alam.

Pemikiran SPP sangat terbuka. Dia bukan orang yang judgemental. Pasti ada alasan dibalik setiap tindakan, begitu falsafahnya. SPP punya kelebihan khusus. Ia sangat lihai membaca raut wajah dan nada bicara. Jadi agak sulit berbohong di depannya. SPP suka bercanda meski kadang-kadang berbau sarkasme. Untung si pasangan cukup sabar menghadapi sifatnya yang satu ini.

SPP dan anaknya adalah anugerah terindah bagi si pasangan. Menjalani hidup terasa mudah dengannya. Si pasangan selalu berdoa agar SPP bisa mewujudkan semua mimpi-mimpinya. Kecuali mimpi horor dikejar hantu =D. Akhir kata, I love you SPP!

2 thoughts on “Si Pria Pintar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s